Padahal komponen ini dirancang punya spesifikasi tertentu yang belum tentu cocok dipakai di motor yang bukan peruntukkannya. Seperti contohnya busi vixion,busi Jupiter MX 135 yang memang model deratnya mirip sama punya V-Ixion. Di awal-awal pemakaian Vixion tak memperlihatkan gejala yang aneh. Namun beberapa hari kemudian, lari motor mulai muncul gejala ndut-ndutan.Terutama saat gas dipelintir mendadak atau waktu di putaran atas, Tapi begitu busi diganti yang benar-benar buat V-Ixion; pakai NGK CR8E (bisa juga pakai Denso U24ESR-N), masalah itu langsung hilang sampai sekarang. Kok bisa gitu ya?
Soal lari ndut-ndutan itu kemungkinan besar dari sistem pengapian. Yaitu dari kesalahan pemakaian busi, sehingga menyebabkan terganggunya sistem injeksi pada motor ini. V-Ixion tidak bisa pakai sembarang busi. Harus yang menganut resistan (biasanya ada huruf R pada kode busi).Untuk motor yang banyak sensornya, harus pakai busi beresistor. Sebab saat terjadi loncatan api, busi yang tak menganut resistor tingkat radiasi atau gelombang elektromagnetiknya tinggi. Sehingga akan menggangu kinerja sensor-sensor yang ada.
Perumpamaannya kayak petir deh. Pasti Anda pernah dengar atau bahkan mengalaminya sendiri. Waktu petir nyambar dekat rumah, tau-tau ada perangkat elektronik kayak TV, radio, telepon dan lainnya yang tiba-tiba korslet atau mati mendadak. Nah, itu karena terkena radiasi dari sambaran petir tadi.
Tentu imbasnya akan mempengaruhi kinerja dapur pacu juga. Lo, tapi kan busi Jupiter MX (NGK CPR8EA-9/Denso U24EPR-9) menganut resistor juga? “Benar. Tapi tingkat resistansinya sudah pasti dirancang beda dari kebutuhan V-Ixion. Alhasil otomatis kemampuan meredam radiasi yang terpancar pun akan beda pula,Kodenya aja sudah beda.
Sudah paham belum…..jadi jangan asal ganti busi ya,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar